BELAJAR SEUMUR HIDUP

3 01 2009

Tiada kata terlambat untuk belajar. Belajar tidak mengenal batasan usia, belajar sepanjang hayat. Belajarlah sampai ke negeri manapun. Pemerintah melalui ketiga jalur pendidikan yaitu : Pendidikan Formal, Nonformal, dan Informal memberi kesempatan kepada seluruh warga negara Indonesia untuk dapat menikmati belajar sepanjang hayat.
Hal tersebut untuk mencapai tujuan pendidikan nasional yang termuat dalam Undang-Undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Dalam Undang-undang tersebut pada Bab II Pasal 3 disebutkan :
Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertangung jawab. (Depdiknas, 2003 : 6).
Untuk mencapai tujuan yang masih sangat umum dan luas tersebut perlu dijabarkan menjadi tujuan-tujuan yang lebih spesifik/khusus dan lebih terperinci. Tujuan pendidikan nasional dijabarkan menjadi tujuan pendidikan Institusional (tujuan lembaga pendidikan). Selanjutnya dari Tujuan Institusional dijabarkan lagi menjadi Tujuan kurikuler (Tujuan bidang studi/Standar Kompetensi). Dari Standar Kompetensi dijabarkan lagi menjadi Kompetensi Dasar dan Indikator-indikator (Tujuan Khusus Pembelajaran).

Dalam Undang-undang nomor 20 tahun 2003 Bab VI pasal 13 s/d 19 dikemukakan tentang : Jalur, jenjang, dan jenis pendidikan. Dari ketujuh pasal tersebut dapat diringkas sebagai berikut :
1. Jalur pendidikan terdiri dari pendidikan formal, nonformal, dan informal
2. Jenjang pendidikan formal terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi.
3. Jenis pendidikan mencakup pendidikan umum, kejuruan, akademik, profesi, vokasi, keagamaan, dan khusus.

Jalur, jenjang, dan jenis pendidikan dapat diwujudkan dalam bentuk satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh Pemerintah, Pemerintah Daerah, dan/atau masyarakat.
Pendidikan Dasar berbentuk Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan yang sederajat. Pendidikan Menengah meliputi SMA, SMK, MA, dan MAK. Pendidikan tinggi mencakup Diploma, Sarjana, Magister, Spesialis, dan Doktor.
4. Pendidikan Nonformal adalah pendidikan bagi warga masyarakat yang memerlukan layanan pendidikan yang berfungsi sebagai pengganti, penambah, dan/atau pelengkap pendidikan formal dalam rangka mendukung pendidikan sepanjang hayat.Pendidikan nonformal meliputi pendidikan kecakapan hidup, pendidikan anak usia dini, pendidikan kepemudaan, pendidikan pemberdayaan perempuan, pendidikan keaksaraan, pendidikan ketrampilan dan latihan kerja, pendidikan kesetaraan, serta pendidikan lain yang ditujukan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik. Satuan pendidikan nonformal terdiri atas lembaga kursus, lembaga pelatihan, kelompok belajar, pusat kegiatan belajar masyarakat, dan majelis taklim, serta satuan pendidikan yang sejenis.
Hasil pendidikan nonformal dapat dihargai setara dengan hasil pendidikan formal setelah melalui proses penilaian penyetaraan oleh lembaga yang ditunjuk pemerintah.
5. Kegiatan pendidikan Informal yang dilakukan oleh keluarga dan lingkungan berbentuk kegiatan belajar secara mandiri. Hasil pendidikan Informal dapat diakui sama dengan hasil pendidikan formal dan nonformal setelah peserta didik lulus ujian kesetaraan sesuai dengan standar nasional pendidikan. Salah satu contoh pendidikan informal adalah : Home Schooling.
Dengan jalur, jenjang, jenis pendidikan di atas, dibuka seluas-luasnya bagi seluruh warga negara Indonesia untuk dapat menikmati pendidikan sesuai dengan yang dikehendakinya. Sekarang sudah tidak ada lagi hambatan bagi warga negara untuk memperoleh pemerataan pendidikan. Setiap warga negara dapat memanfaatkan semua jenis media pembelajaran/sumber belajar yang berupa televisi, internet, majalah, surat kabar, jurnal ilmiah, dan lain sebagainya. Setiap warga negara dapat belajar mulai dari lahir, play group, TK, home schooling, SD, SMP, SMA, PT, Nonformal dan seterusnya. Dengan demikian proses belajar seumur hidup dapat dilaksanakan dan dinikmati oleh seluruh bangsa Indonesia. Semoga dapat meningkatkan sumber daya manusia Indonesia menuju bangsa yang mandiri dan sukses.
Semoga bermanfaat. Amin.
Haryonohadisp.





SERTIFIKASI GURU/DOSEN

3 01 2009

Saudara-saudaraku pecinta pendidikan.
Mulai tahun 2007 telah diberlakukan pensertifikasian terhadap Guru dan Dosen. Tujuannya agar ada peningkatan profesionalisme guru dan dosen dalam proses pembelajaran dan pendidikan. Di satu sisi, guru menghendaki adanya peningkatan kesejahteraan, di sisi lain adanya tuntutan profesionalisme dalam menjalankan tugas. Bagaimana kinerja guru setelah memperoleh sertifikat profesi? Bagaimana kesejahteraan guru setelah menerima gaji dua kali lipat? Adakah peningkatan yang signifikan dalam kinerja sesuai dengan tuntutan profesinya?
Jawaban yang paling simple adalah adanya peningkatan atau penambahan dalam penerimaan gaji setiap bulan. Tapi sayang sampai dengan saat ini, masalah gaji masih tersendat-sendat belum dapat secara rutin menerima setiap bulan. Tidak tahu mengapa bisa terjadi seperti itu. Mestinya secara rasional, guru/dosen yang sudah memperoleh SK dan sertifikat akan memperoleh haknya yaitu menerima gaji sesuai dengan ketentuan/peraturan yang ada. Apakah dengan penambahan gaji seperti itu akan secara otomatis dapat meningkatkan kesejahteraan guru? Hal ini masih perlu dipertanyakan, karena sebagaian besar guru sebelum adanya sertifikasi boleh dikatakan hidup di bawah garis kemiskinan atau pas-pasan. Dengan adanya kenaikan gaji dari hasil sertifikasi dapat menimbulkan sifat konsumtif yang semula belum dimiliki oleh guru. Dengan sifat konsumtif ini tentu saja akan berpengaruh negatif terhadap tingkat kesejahteraan. Bagaimana solusinya? Kita kembalikan kepada masing-masing pribadi.
Selanjutnya bagaimana kinerja guru setelah sertifikasi? Hal ini membutuhkan suatu penelitian yang mendalam. Kita dapat membandingkan kinerja guru sebelum adanya sertifikasi dengan sesudah adanya sertifikasi. Dampak yang dapat kita lihat secara nyata apakah sudah adanya perubahan dan peningkatan pada mutu pendidikan. Karena tolok ukur kinerja guru profesional adalah kesuksesan siswa dalam belajar. Adanya peningkatan prestasi belajar siswa. Adanya peningkatan mutu pendidikan pada umumnya. Kalau sesudah adanya sertifikasi ternyata tidak ada perubahan dan peningkatan kinerja, maka boleh dikatakan tidak ada pengaruh peningkatan gaji/kesejahteraan terhadap kinerja guru. Dapat dikatakan tidak ada gunanya diadakan program sertifikasi dengan pemberian gaji dua kali lipat.
Kepada saudara-saudaraku yang sudah menikmati gaji sertifikasi, marilah kita tingkatkan kinerja kita dalam rangka peningkatan prestasi belajar siswa/mahasiswa, peningkatan mutu pendidikan pada umumnya. Jangan sia-siakan apa yang sudah dilakukan oleh Pemerintah yaitu mengalokasikan 20 % APBN untuk pendidikan.
Marilah kita jadikan bahan renungan untuk meningkatkan kinerja kita. Semoga bermanfaat.
haryonohadisp





PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK)

3 01 2009
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan jenis karya ilmiah yang dapat digunakan sebagai persyaratan kenaikan jabatan fungsional bagi para guru dan dosen. PTK sebagai karya ilmiah mempunyai banyak kelebihan antara lain merupakan bukti nyata tindakan yang dilakukan selama melaksanakan pekerjaan utama bagi guru atau dosen. Penyusunan PTK harus memenuhi kaidah-kaidah ilmiah sesuai dengan teori-teori yang berlaku saat ini. Dengan model siklus, PTK dilaksanakan secara nyata oleh guru/dosen dengan kontrol tindakan yang selalu konsisten. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) bertujuan untuk memecahkan masalah-masalah nyata yang berhubungan dengan proses pembelajaran di dalam kelas atau perkuliahan. Penelitian Tindakan Kelas dapat dilaksanakan minimal dua siklus atau lebih sesuai dengan yang dikehendaki/sesuai dengan kebutuhan. Pada setiap siklus diadakan pengamatan dan refleksi yaitu penilaian kinerja pada siklus yang bersangkutan untuk mengetahui hasil yang telah dicapai. pengamatan dan Refleksi pada akhir siklus pertama, digunakan sebagai dasar tindakan pada siklus kedua. Refleksi pada akhir siklus kedua, digunakan sebagai dasar tindakan pada siklus ketiga dan seterusnya. Diharapkan terjadi peningkatan kualitas proses pembelajaran setelah diadakan penelitian. PTK sebagai wahana bagi guru dan dosen dalam mengembangkan diri menuju pendidikan dan pembelajaran yang berkualitas.
haryonohadisp.

PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS/PTK

Banyak ragam Struktur penyusunan Proposal Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Secara umum memuat komponen-komponen sebagai berikut :

JUDUL PENELITIAN
HALAMAN PENGESYAHAN
DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan Penelitian
D. Manfaat Penelitian

BAB II KAJIAN TEORI DAN HIPOTESIS TINDAKAN
A. Kajian Teori
B. Kerangka Berpikir
C. Hipotesis Tindakan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN
A. Setting Penelitian
B. Subyek Penelitian
C. Metode Penelitian
D. Langkah-langkah Penelitian meliputi :
1. Rencana Tindakan
2. Implementasi Tindakan
3. Pengamatan
4. Refleksi
E. Data dan Teknik Pengumpulan Data
F. Teknik Analisis Data

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN-LAMPIRAN

Untuk menyusun secara lengkap Proposal PTK dapat menghubungi penulis di nomor Hp : 0351-7785199, 081335561333, 085735302333.





TAHUN BARU 1430 HIJRAH

3 01 2009

Assalamu’alaikum wr wb.
Kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allat swt atas limpahan berkat dan nikmatnya, kita masih diberi umur panjang, kesehatan, dan nikmat iman islam. Semoga sholawat dan salam tetap terlimpahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad saw.
Kita akan memasuki Tahun Baru Hijrah yang hampir bersamaan dengan Tahun Baru Masehi. Tahun baru hijrah 1 muharom 1430 H bertepatan dengan tanggal 29 desember 2008, sedangkan tahun baru masehi selang dua hari kemudian yaitu tanggal 1 januari 2009. Artinya usia kita berkurang satu tahun lagi dari sisa usia yang sudah digariskan oleh Allah swt. Perlu kita renungkan apa yang sudah kita perbuat di masa lalu, hari ini, dan di masa yang akan datang. Sudahkah kita menjalankan semua Perintah Allah swt dan Menjauhi semua laranganNya? Sudahkan kita memenuhi panggilanNya? Sudahkah kita menghambakan diri kita kepada Allah swt? Sudahkah kita mewakafkan pancaindra, akal pikiran dan hati kita untuk kepentingan ummat? Menjadi bahan renungan bagi kita bersama!
APA MAKNA HIJRAH YANG SEBENARNYA?
Allah swt berfirman dalam Surat At Taubah ayat 20-22 yang artinya :
Orang-orang beriman dan berhijrah, serta berjihad di jalan Allah dengan harta benda dan diri mereka adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah, dan itulah oran-orang yang mendapat keuntungan. Tuhan mereka menggembirakan mereka dengan memberikan rahmat dari padanya, keridhoan dan syurga. Mereka memperoleh di dalamnyan kesenangan yang kekal, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.
Demikianlah balasan/limpahan bagi hamba Allah yang beriman, beramal sholeh, hijrah, dan berjihad di jalan Allah.
Makna Hijrah adalah :
1. Hijrah secara Dhohir yaitu pindah tempat dari suatu tempat yang kurang harmonis ke tempat lain yang lebih harmonis. Dari lingkungan yang kurang islami menuju lingkungan islami, sehingga dengan lingkungan yang baru tersebut kita dapat melaksanakan ibadah dengan lebih baik dan lebih khusyuk.
2. Hijrah dalam Perbuatan/Ibadah yaitu menghijrahkan diri kita dari perbuatan-perbuatan yang melanggar syareat menuju perbuatan-perbuatan yang sholeh dan terpuji. Marilah kita perdalam dalam membaca perintah Allah dan laranganNya. Dengan demikian kita akan dapat menentukan mana yang wajib, sunnah, makruh, mubah, dan haram.
3. Hijrah dalam Akal pikiran kita yaitu menghijrahkan akal pikiran kita dari pendalilan yang kurang baik yang kurang sistematis menuju pendalilan yang baik dan sistematis. Dengan demikian yang ada dalam pikiran kita adalah berakal berpikir yang sholeh menuju kesejahteraan akal pikiran kita, sehingga selalu memperoleh perlindungan dari Allah swt.
4. Hijrah dalam hati/Qolbu yaitu menghijrahkan hati/qolbu kita dari qolb belum mukmin menjadi qolbu mukmin. Hati/qolbu mukmin dekat dengan Allah swt. Dengan qolbu mukmin kita akan selalu memperoleh kebahagiaan dalam setiap ibadah keseharian, menjadi keluarga yang zakinahmawadah warahmah.
5. Hijrah dalam mencari nafkah yaitu menghijrahkan diri kita dalam memperoleh riziq dari Allah swt. Allah swt tidak akan merubah nasib seseorang, apabila kita tidak merubah nasib kita sendiri. Menghijrahkan diri kita dengan memaksimalkan usaha/ihtiar dalam mencari riziq harta benda, sehingga memperoleh riziq harta benda yang halal, berkah, barokah untuk kepentingan ibadah kepada Allah swt.
Dari sedikit uraian di atas semoga membawa manfaat bagi kita semua. Amin.

Wassalamu’alaikum wr wb.

haryonohadisp.





TELEVISI SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN

11 12 2008

Televisi sebag ai media utama dalam proses pembelajaran masih jauh dari harapan. Televisi saat ini lebih banyak dimanfaatkan untuk hiburan semata. Sebenarnya televisi merupakan media pembelajaran yang sungguh sangat bagus. Dengan Televisi siswa atau anak didik dapat belajar berbagai bentuk pengetahuan, ketrampilan, dan penanaman sikap moral yang baik. Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah : Mengapa Televisi belum menjadi media pembelajaran yang utama?


CAH BAGUS

DULU PERNAH MUDA

Untuk menjawab pertanyaan di atas dibutuhkan kajian yang mendalam tentang kondisi nyata yang ada di masyarakat. Ada beberapa alasan yang melatar belakangi mengapa televisi belum dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang utama di sekolah yaitu antara lain :

1. televisi masih dianggap sebagai media hiburan semata oleh sebagian besar guru dan siswa.

2. masih banyak guru yang belum mempunyai kemampuan untuk memanfaatkan televisi sebagai  media pembelajaran.

3. masih banyak sekolah yang belum memiliki fasilitas televisi untuk pembelajaran.

4. masih terbatasnya acara-acara televisi yang menayangkan materi-materi yang ada hubungan dengan mata pelajaran di sekolah.

5. belum adanya kebijaksanaan dari pemerintah khususnya dari Departemen Pendidikan Nasional tentang pemanfaatan televisi sebagai media pembelajaran di sekolah.

6. belum adanya stasiun televisi yang representatif yang dapat diakses dengan mudah oleh semua sekolah yang ada di Indonesia.

Upaya-upaya  yang dapat dilakukan agar televisi dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran yang utama di sekolah antara lain :

1. membangun stasiun televisi pendidikan yang representatif dengan transmisinya (sehingga mudah diterima di setiap sekolah) dan menyediakan pesawat televisi di setiap ruang kelas di semua sekolah formal. (termasuk Sekolah Luar Biasa).

2. melatih para guru agar mempunyai pengetahuan, ketrampilan dan sikap yang berhubungan dengan pemanfaatan televisi sebagai media pembelajaran di sekolah. Hal ini berhubungan dengan penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang terintegrasi dengan pemanfaatan televisi sebagai media pembelajarannya.

3. membuat channel khusus televisi yang menyiarkan materi-materi pelajaran sesuai dengan jenjang dan tingkat pendidikan. Artinya harus ada channel khusus untuk menyiarkan materi tingkat Taman Kanak-kanak, tingkat Sekolah Dasar, tingkat Sekolah Menengah Pertama, tingkat Sekolah Menengah Atas, dan tingkat Perguruan Tinggi. Jadwal siaran disesuaikan dengan jam belajar di sekolah sesuai dengan jenjang dan tingkat masing-masing.

4. Pemerintah melalui Balai Pengembangan Media Televisi harus mampu memproduksi semua materi ajar (materi siaran) sesuai dengan kurikulum dari masing-masing jenjang dan tingkat sekolah yang ada.

5. membentuk sistem penyiaran yang handal dan sistem pengelolaan dari  semua komponen yang terlibat dalam pemanfaatan televisi sebagai media pembelajaran.

6. mengadakan kontrol dan evaluasi yang kontinew dan konsisten terhadap pelaksanaan siaran dan pemanfaatan televisi sebagai media pembelajaran di sekolah.

7. mengadakan penelitian yang akurat dan akuntabel yang mendukung kontinuitas penyiaran dan pemanfaatan televisi sebagai media pembelajaran di sekolah.

Apabila upaya-upaya di atas dapat dilakukan dengan seksama dan mendapat dukungan dari semua pihak dan semua komponen dalam sistem, pasti televisi dapat menjadi primadona media pembelajaran di sekolah.





PENGOLAHAN DATA DENGAN SPSS

6 12 2008

USIA 45 TAHUN

Pada saat ini pengolahan data secara manual sudah tidak jamannya lagi. Sekarang pengolahan data hasil penelitian dapat menggunakan program yang sangat akurat yaitu dengan SPSS. Aplikasi SPPS tidak terlalu sulit, banyak buku panduan tersedia untuk dapat mengoperasionalkannya. Apabila menemui kesulitan dapat menghubungi telp. 0351-7785199, 081335561333, atau 085735302333.

Pasti puas.








Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.